Cara Membuat Resume yang Baik dan Benar

Bagi akademisi, mungkin sangat sering mendengar istilah resume atau bahkan membuat resume. Resume merupakan ringkasan sebuah kalimat dengan cara memotong bagian inti kalimat sebagai gagasan utama sebuah tulisan. Biasanya resume digunakan untuk meringkas isi pikiran penulis asli naskah. Oleh karenanya, resume memiliki pakem tertentu agar gagasan utama tidak berubah makna.

Meski beberapa orang sudah mengetahui pengertian resume dan sering terlibat dalam pembuatan resume, sayangnya masih banyak juga yang belum memahami sepenuhnya perihal resume dan cara membuat resume yang baik dan benar. Bahkan, seringkali resume disamakan dengan ikhtisar. Padahal, keduanya memiliki beberapa perbedaan.

Jika resume merupakan ringkasan dari penggalan kalimat yang mengandung gagasan utama, ikhtisar merupakan ringkasan yang lebih pendek lagi. Ikhtisar juga tidak terlalu memperhatikan urutan gagasan utama sebuah kalimat, sedangkan penulisan resume diperlukan gagasan utama secara runut. Jadi, ikhtisar sebetulnya merupakan salah satu jenis resume yang sifatnya lebih bebas.

Nah, untuk memastikan resume yang Anda buat sudah benar secara kaidah, kami akan menginformasikan beberapa poin mengenai cara membuat resume yang baik dan benar. Sebab, meski terlihat mudah, beberapa langkah pembuatan resume penting untuk diperhatikan agar menghasilkan resume yang baik dan benar.

Membuat Resume yang Baik dan Benar

  1. Membaca Naskah Asli

Bacalah naskah asli dengan teliti dan seksama sebelum menulis resume. Naskah asli perlu dibaca berulang kali, sehingga Anda mengerti sepenuhnya mengenai isi dan gagasan yang akan disampaikan penulis. Jika ingin menulis resume buku, maka bacalah buku tersebut hingga selesai dan secara berulang. Begitu juga dengan menulis resume lainnya, seperti jurnal ilmiah.

Ketika membaca naskah asli, penting untuk menyiapkan alat bantu, seperti pulpen, pensil, stabilo, dan sebagainya, untuk menggarisbawahi kalimat-kalimat penting. Hal ini akan memudahkan Anda mendapatkan gagasan utama. Namun, lain halnya dengan pembuatan resume lamaran kerja yang perlu memahami betul diri sendiri agar tercipta resume yang sesuai dengan riwayat hidup Anda.

  1. Menentukan Gagasan Utama

Setelah dibaca berulang kali dan memhami isi dari naskah asli, maka langkah selanjutnya adalah menemukan gagasan utama. Hal ini akan sangat mudah dilakukan, apabila sebelumnya Anda sudah menandai kalimat-kalimat penting yang mengandung gagasan utama. Sehingga, gagasan utama dapat dengan cepat dan mudah ditemukan. Tinggal Anda menyusunnya menjadi sebuah kalimat.

  1. Menulis Resume

Setelah gagasan utama ditemukan, Anda bisa mulai menulis resume. Kalimat pada gagasan utama harus ditulis sesuai dengan naskah asli atau sumber resume. Jadi, tidak boleh menambahkan pendapat pribadi ataupun mengurangi inti pemikiran penulis naskah asli. Untuk mempermudah pembaca resume Anda, sebaiknya gunakanlah bahasa yang mudah dipahami.

  1. Membaca Ulang Resume yang Telah Dibuat

Setelah resume selesai dibuat, periksa kembali dengan cara membaca ulang resume Anda. Ini merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi, apabila terdapat kesalahan penulisan, tanda baca, ejaan, dan sebagainya atau kesalahpahaman makna pada gagasan utama. Sehingga, jika pun terjadi hal yang demikian, kesalahan bisa segera diperbaiki.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat resume yang baik dan benar. Perhatikan betul apa saja yang perlu dilakukan agar meminimalisasi kesalahan dalam pembuatan resume. Anda juga bisa melihat beberapa contoh resume yang banyak berseliweran di internet. Perlu diingat, masing-masing resume memiliki format yang berbeda-beda, maka Anda harus memahami benang merahnya.

 

 

Cara Membuat Resume yang Baik dan Benar
Scroll to top